Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

CAHAYA HARAPAN

Tuhanku telah bersumpah  dengan mentari dan juga kilauanya Tuhanku telah bersupah Dengan rembulan yang setia menemani bumi untuk berotasi Tuhanku telah bersumpah Dengan cahaya kegigihan yang mengobarkan semangat Tuhanku telah bersumpah Dengan kesunyian bintang ketika menyelimuti Tuhanku telah bersumpah Dengan atap keadilan yang meneduhkan keimanan Tuhanku telah bersumpah Dengan pijakan yang tak pernah goyah akan ketetapan Tuhanku telah bersumpah Dengan kedamaian rohani yang tak pernah di salah artikan Karna Tuhanku telah mengirimkan surat cintanya untuk kehidupan yang membahagiakan dan untuk kehidupan yang membinasakan Kuberikan bisikan kasih sayang bagi yang menyucikan kehidupan hanya untuk mencari keridhoanya Dan ku bisikkan kesengsaraan bagimu yang menuhankan dunia Seperti kaum yang dibinasakan oleh tanah keadilan karna kedzalimannya

NGANTRI

Sebuah kebudayaan di indonesia ataupun negara lainya mengantri adalah salah satu cara manusia untuk tertib dalam mengambil keadaan. Dengan begitu mau tidak mau manusia harus mengantri untuk mendapatkan apa yang di inginkanya. Akan tetapi lain halnya jika mengantri hanya untuk kepuasannya sendiri tanpa memikirkan orang lain di belakangnya. Aku rasa orang yang terdepan dalam antrian harus mengerti orang yg di belakanganya. Karna masih banyak orang lain yang membutuhkanya.    Seperti keadaan berikut: mengantri di WC. Karna semua orang pasti butuh WC. Sudah barang tentu kita harus mengantri. Jika kita terlalu enak enakan di WC tanpa memikirkan orang di belakangnya ini adalah kedzholiman hahaha _salam

Senyum

Hari ini terasa beda Dengan kebiasaan yang ada Aku berbaur dengab mereka Walau terkadang kaku Setidaknya aku tidak terlalu bisu Ini dunia baruku Selamat datang dunia

AWAL

Melepas semua rantai rantai belenggu Terbang awal tanpa henti Mantapkan penuh hati Mengelak tak akan ada arti Karna siksa siap menanti Terimakasih pujaan hati Ibu engkau tetap di hati

(PEDES)AAN

Harum semerbak keringat kegigihan Mengalir dalam perbudakan Hembusan debu kian bertembaran Tanpa melihat nasib kekurangan Kuasa tak terkendali Taklukkan tanpa henti Membasmi dengan pedih Tak peduli itu siapa Merdeka jaya Tak henti

NGE(RIBA)NGET

Memakai lipatan keuntungan Menggelorakan jiwa penuh kesengsaraan Menggerogoti amal dengan perlahan Memakan api penuh kesengsaraan Membiarkan duri penuh penderitaan Mengisap recehan demi kekayaan Kelak penyesalan akan tersampaikan Melangkahkan kaki tanpa akal Mengerahkan akal tanpa hati Mengais harta yang tak berarti Pilihlah lagi, telitilah lagi, perhatikanlah lagi Menyadarkanya bukan memakinya Membenarkanya bukan membiarkanya Menunjukkanya bukan memalingkanya Menyapanya bukan mencelanya Meribakan harta kelak dosapun akan meriba Melipatgandakan dosa seperti lipatan riba Menyelinap jauh di ambang peradilan Mengintip kehidupan masa depan Kehidupan dunia tidak mengekalkan Amalan sholeh yang menenangkan Perniagaanayang menyelamatkan Bukan perniagaan yang menjerumuskan Cukuplah keuntungan penuh berkah Jangan campurkan riba kelak kebuntungan yang menyapa Hidupkanlah jiwa dengan harta yang bersih Bersihkanlah harta dengan menjauhi riba Tak usah bangga karna harta m...