Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

TIPU DAYA

Setan selalu tertawa bahagia Memenangkan godaan yang menipu daya Jika manusianya kuat Mungkin setan akan menurunkan  tentaranya yg kuat pula. Untuk menggoda supaya setan tertawa bahagia Tapi kadang manusia tak tau diri Ketika ditanya kenapa? jawabnya karna setan yg mengajak Tentu setan akan berkata bodoamat, kamunya saja yang mauan. Seakan manusia lupa dengan lencana kemuliaannya sebagai seorang khalifah di dunia Tapi memang tak sedikit manusia yg tergoda dengan rayuannya. Termasuk saya Terlebih Sang penuntut ilmu Mereka akan selalu digoda dengan ketidak nyamanannya. Karna memang balasannya sangat mulia Was was selalu menghantuinya Bayangan masa depan menjatuhkanya Seolah manusia meramal sendiri kehidupannya Karna setan tidak mau cucu adam masuk surga Apa manusia menyerah begitu saja? Ah tak pantas rasanya Seakan manusia lupa dengan Tuhan yang maha segalanya Karna memang setan tidak mau ada manusia yang paling taqwa Yah itu cuman maunya setan Tapi selebihnya ...

BUKAN SUPER HERO

Bertindak Seolah memiliki seribu nyawa Beribadah Seolah memiliki satu nyawa Bukankah beribadah itu bagian dari tindakan. Kerap kali lupa hanya punya satu nyawa Seolah hidup selamanya Berencana seolah hidup bertahun tahun Di balik semuanya Ada malaikat yg setiap saat memantau Tak peduli siapa kamu Tak peduli sedang apa kamu Tak peduli dimana kamu Karna saat itu juga kamu harus kembali.

BERBICARA APA

Utuskanlah seseorang yg memberiku petunjuk Supaya langkah ini benar di jalanNya Menyerahkan diri kepada takdir Mengupayakan seolah bernyawa seribu Membingungkan memang. Menjalani tanpa di resapi Berlari tanpa henti Utuskanlah orang itu untukku

TUMBANG

Kerinduan yg tak terbalaskan kini sirna seketika. Untaian gema yang tak bernada sayang, dan cinta kasih yg berbuahkan benci.. "Aku tau aku bukan seperti dia, dia, apalagi dia. Aku hanya aku !. Kaca itupun hampir pecah di buat olehnya. Lebih menyakitkan rasanya ketika batin yang luka dari pada badan yg luka. Keterpakasaan hati kadang tak sejalan dengan akal. Manusia di lebihkan akal oleh Allah tapi kadang hatipun mendapat andil lebih. Mungkin hati dan akal sama. Suara tak asing menyambar dengan cepat. " Hey kamu kenapa? Sampean waras?. Ternyata itu suara penjajah yg menjelma seperti manusia, mungkin bukan penjajah lebih tepatnya seorang Ayah.

MENTARI

Hai mentari. Salamkan padanya. Bahwa dunia saja masih terang penuh harap dan penuh semangat. Tidak selamanya gelap. Karna sinarnya akan muncul kembali. Bahkan Sinarnya menari nari. Tak henti hanya dengan menari Bahkan sesekali menyapa ramah di sela sela kehidupan. Memberikan energi yg tak dapat dihasilkan Menerjang segala ketakutan. Menghadapinya bukan malah menghindarinya. Terjatuh Mentari menopangnya Tersandung Mentari berlari menolongnya