TUMBANG
Kerinduan yg tak terbalaskan kini sirna seketika.
Untaian gema yang tak bernada sayang, dan cinta kasih yg berbuahkan benci..
"Aku tau aku bukan seperti dia, dia, apalagi dia. Aku hanya aku !.
Kaca itupun hampir pecah di buat olehnya. Lebih menyakitkan rasanya ketika batin yang luka dari pada badan yg luka.
Keterpakasaan hati kadang tak sejalan dengan akal. Manusia di lebihkan akal oleh Allah tapi kadang hatipun mendapat andil lebih. Mungkin hati dan akal sama.
Suara tak asing menyambar dengan cepat.
" Hey kamu kenapa? Sampean waras?.
Ternyata itu suara penjajah yg menjelma seperti manusia, mungkin bukan penjajah lebih tepatnya seorang Ayah.
Komentar
Posting Komentar