KATA PENGANTAR

Pertama tak luput dan tak henti henti rasa syukur ini kepada Allah SWT yang menganugrahkan akal untuk berpikir. Kasih sayangnya yg teramat sayang.  Dan tak hentinya perjuangan sang panglima islam. Pembawa risalah yang dengannya mendatangkan ketenangan dan kedamaian.
Dan tak lupa juga kepada kedua orangtuaku yang mendidik, merawat, menjaga, membingbing, yang selalu sabar menghadapi anaknya.
Dan terimakasih dunia yang sudah mengajarkan apa itu hidup.

Buku puisi ini adalah untaian hati, hati yang kadang bergejolak, yang kadang marah, cinta, kasih, dan semua rasa hati yang beraneka ragam dan macam. Beraneka masa beraneka keadaan begitu juga beranekanya yg di tulis. Jika di sebut puisi rasa rasanya bukan puisi. Atau apalah sejenisnya.

Pembukuan ini tak luput dari seorang pecinta, wanita yang memberikan warna warni dunia. Mengajarkan bermacam2 yang tak pernah kutemui.

Terimakasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interpretasi Lagu Gemilang dari Perunggu

Interpretasi Lagu Kapal Pesiar Biru Baru

RASA