KARIB KERABAT

 


            Hal yang aneh memang kenapa karib kerabat yang masih ada kaitan darahnya, terkadang tidak menganggap kekerabatan itu sendiri. Kekerabatan atau sering disebut saudara, tapi saya lebih suka menyebutnya kekerabatan bagi saudara yang memiliki kaitan darah dan satu nenek moyang. Karna menurut saya kata kerabat adalah hasil fotosintesis perubahan bahasa arab dari kata “qoroba” yang memiliki makna dekat. Maka dengan alasan itulah saya lebih suka memanggil saudara se-nenek moyang dengan panggilan karib kerabat, atau kekerabatan. Beda dengan saudara yang cakupanya lebih umum. Semisal saudara sesama muslim, saudara per-watsapp-an, saudara per-Ig-an dan sejenisnya.

            Yang kadang membuat jiwa kekerabatan itu luntur tidak lain tidak bukan dari dirinya sendiri. Pasalnya kekerabatan yang sudah di bangun oleh orangtua dengan sedemikian akrab dan hangatnya, bisajadi tidak akan berimas ke anaknya. Bukankah begitu?. Karena kekerabaran sendiri dibangun dan bukan di turunkan langsung. Jika kita sebagai anak berdiam diri dan enggan berkenalan atau mengkaribkan diri dengan anak yang lain, mungkin kekerabatan itu akan luntur atau leih parahnya tidak ingat kalo punya kerabat.

            Zaman sudah berganti, kehidupan sosial yang di alami oleh para anak anaknyapun mungkin berbeda dengan apa yang di alami orangtuanya. Perbedaan itulah yang kadang menjadi salah satu penyebab kerenggangan kekerabatan itu sendiri. WaAllahu A’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interpretasi Lagu Gemilang dari Perunggu

Interpretasi Lagu Kapal Pesiar Biru Baru

RASA