RASA
Permulaan dari sebuah kehidupan adalah rasa, baik itu rasa yang menyenangkan, atau bahkan sebaliknya. rasa-rasanya kurang baik aja jika menyebut kalimat "rasa yang tidak mengenakkan". Akan selalu memiliki nilai yang lebih jika memiliki rasa yang peka dalam menyikapi hal sekitarnya, terutama lingkungan, pergaulan, dan kebiasaan.
Bagaimana jika kita mulai dengan rasa yang berkaitan dengan lingkungan dulu deh yang basic. Mau bagaimanapun kita akan selalu hidup di lingkungan, baik itu lingkungan yang nyaman atau bahkan sebaliknya. Penggunaan rasa dalam lingkungan penting, karna kita hidup berdampingan dengan orang lain di lingkungan itu. Rasa yang baik akan menghasilkan output rasa yang baik pula yang nantinya akan mendapatkan timbal balik rasa yang baik. Kendati demikian, kita tidak bisa mengharapkan itu atau menginginkan sesuatu yang memang itu diluar kendali kita, seperti rasa timbal balik tadi. cukup berbuat baik dengan rasa yang baik saja, selebihnya kita serahkan ke yang maha kuasa. karna itu diluar kapasitas kita. Adalagi rasa yang berusaha untuk baik tapi dianggap tidak baik bagi sebagian orang, ya itu hal yang wajar, karna mungkin standar kebaikan orang itu tidak berbanding lurus degan standar kebaikan yang kita pahami. Pengolahan rasa dalam lingkungan sungguh penting, walau terkadang pura pura sebenarnya tak mengapa, karna lebih menjaga prasaan orang lain, ketimbang kita kemakan dengan ego sendiri yang bisa jadi mengakibatkan bencana, seperti adu mulut misalnya, maksudnya adu mulut cekcok.
Selanjutnya rasa yang ada dalam pergaulan atau mungkin pertemanan juga bisa. Rasa disini bukan berarti cinta saja, tapi rasa yang lebih luas yang harus dimiliki bagi pribadi yang bergaul, memang ada pribadi yang tidak bergaul?. Rasa yang paling basic dalam pergaulan adalah kasih sayang. maksud kasih sayangnya adalah selalu ada dikala suka maupun duka, atau dalam garis besarnya selalu berbuat baik terhadap temannya. Pertemanan yang baik kerapkali akan menjadi tempat bercerita yang menyenangkan, mengasyikkan, atau bahkan bisa menjadi rumah untuk berkeluh kesah dengan kesibukan dunia yang selalu mendesak sempurna. Rasa yang dipupuk dengan kesalingan yang tidak merugikan ini bisa menjadikan hidup di dunia lebih bermakna. Akan tetapi, sungguh disayangkan jika pergaulan yang terjadi justru menjadi boommerang atau bahkan menjadi karat yang menggerogoti secara perlahan untuk menghancurkan. tidak jarang ada saja teman yang memiliki rasa jahat setelah diperlakukan baik, ntah atas dasar apa pertemanan seperti itu. Karna saking enaknya kita hampir lupa dengan batas-batas, kita punya bats sopan santut, saling menghargai, tidak bisa seenaknya begitu saja walaupun terkadang ada beberapa segmen yang harus totalitas. tapi jangan sampai ada istilah "gapapalah temen ini". Tapi semuanya dikembalikan lagi kemasing-masing pribadi. karna aku hanya berhipotesa saja. Terkadang rasa dalam pergaulan ini menjadi rasa yang nyaman, tapi bisa juga menjadi rasa yang tidak nyaman. Akan selalu ada people come and go dalam perjalanan kehidupan. Teman yang mungkin sudah habis masanya untuk bersama, teman yang sudah habis masanya untuk bercerita, teman yang sudah habis masanya untuk berasa. Karna manusia makhluk yang dinamis, akan selalu berubah ubah. Itu hal yang wajar kok, Its okay.
Tentang rasa yang berkaitan dengan kebiasan, mungkin lebih ke culture society, rasa saling mengerti satu sama lain atas kebiasaan orang lain terhadap perlakuanya kepada kita yang asing, mungkin itu sesuatu yang harus di engga papa kan, "yaudalahya" gitu mungkin istilahnya. Kita tidak bisa memaksa tupai untuk berenang tapi kita bisa menemati tupai untuk memanjat. Kita juga tidak bisa mengcap buruk kebiasaan orang, tapi kita bisa belajar bahwa itu adalah hal kewajaran bagi dirinya, mungkin ini dalam kontes bahasa, prilaku gitulah pokoknya. Culture Shock istilahnya mungkin ya. Rasa saling menghargai sangat besar disini, supaya kita tidak merasa terluka atau merasa di kasari padahal ya di tidak papai saja sebenarnya
Mungkin itu aja kaliya mengenai rasa, haha rasa rasanya aku juga udah lupa rasa yang sebenarnya rasa itu seperti apa, lebih suka kerasa alpukat atauga semangka sih wkwk. makasih yang udah mau baca dari awal.
Bandung
Terima kasih sudah memberikan perspektif yang selalu berusaha menerima manusia apa adanya
BalasHapusThank u yaa udah nyempatin bacaa
Hapus